Jealousy!
Aq iri dengannya yang begitu semangat menjejakkan kaki di tempat yang hanya menjadi angan2 buatq,
Aq iri pada kesempatannya mengepalkan genggaman pada udara di tempat yang tidak pernah aq bayangkan sebelumnya,
Aq iri pada lecet dikaki yang didapatnya karena terlalu lama berjalan, pada peluh yang dibawa pulang, pada dompetnya yang kosong untuk sebuah perjalanan menyenangkan,
Aq sungguh iri dengan rasa capek yang dibawa nya pulang,, entah apa yang membawanya pulang kalo ternyata diluar sana adalah tempat berlari, tempat mencari, tempat pergi yang menyenangkan..
Dia yang tidak pernah berhenti melangkahkan kaki,
Dia yang dulu membicarakan ini denganku ditemani bercangkir-cangkir kopi, ditengah ramainya orang2 disekitar namun kami merasa ditempat itu hanya ada kami. Mimpi itu, ketika dia bangun, dia meraihnya.
Dia, sepertiq, yang ingin menikmati langkah kakinya bersama..
Aq menantinya melewati pagar rumah, memandang kepulangannya, mencari kemenangan diantara letihnya, menunggu cerita tentang apa yang telah dia lalui..
Dan pertanyaan yang sama untuknya, ‘bagaimana rasanya menghirup udara disana?’
******